Rabu, 09 November 2011

ILMU PENGETAHUAN


NAMA             : ORIZA GIUSTIKA
NPM                : 25111474
KELAS             : 1KB01



Apa ilmu pengetahuan itu.?
Membicarakan ILMU PENGETAHUAN ternyata tidak semudah dengan yang kita pikirkan. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong kita untuk memahami ilmu pengetahuan itu. Baiklah pertama kita mulai dengan kata ILMU.
1. ILMU
Kata ilmu secara etimologi berarti tahu atau pengetahuan. Kata ilmu berasal dari bahasa arab “Alima-ya’lamu” dan science dari bahasa latin scio, scie artinya to know. Sinonim yang paling akurat dalam bahasa yunani adalah epitisteme. Sedangkan secara terminology ilmu atau science adalah semacam pengetahuan yang mempunyai ciri, tanda, dan syarat-syarat tertentu. Beberapa definisi tentang ilmu yang dapat saya kumpulkan dari berbagai buku, internet, serta lingkungan sekitar yang telah saya rangkum untuk mempermudah saya menarik kesimpulan dan memberikan pendapat saya tentang ilmu pengetahuan.
·         Menurut Admojo, 1998 di kamus Bahasa Indonesia ilmu adalah pengetahuan mengenai suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu.
·         Menurut mulyadi kartanegara ilmu adalah any organized knowledge. Ia mengatakan ilmu dan sains tidak berbeda, terutama sebelum abad ke 19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.
Menurut para ahli seperti yang dikutip oleh bakhtiar tahun 2005 diantaranya :
·         Mohamad hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang hukum kausal dalam suatu golongan yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
·         Ralph ross dan Ernest van den haag, mengatakan ilmu adalah yang empirik, rasional, umum dan sistematik dan keempatnya serentak.
·         Karl pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau karangan yang konprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
·         Asley montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam suatu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan yang menentukan hakikat perinsip tentang hal yang sedang dikaji.
·         Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemkan dan suatu pendekatan dan metode pendekatan terhadap dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang prinsipnya dapat diamati oleh panca indra manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli – ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ Jika....Maka”.
·         Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep – konsep, kategori dan hukum – hukum yang ketetapannya dan kebenarannya di uji dengan pengalaman praktis.
·         Mustafa malik ibrahim, menyatakan ilmu adalah kemampuan manusia memanfaatkan akal fikir yang diberikan allah kepada kita dalam bentuk pengetahuan guna mengelola alam dunia dan memanfaatkannya. Hanya tuhan yang punya ilmu walaupun ilmu manusia bagai setetes air di lautan tetapi mampu membuka rahasia alam semesta ini. Maka siapa saja yang berilmu allah akan meninggikan derajatnya satu tingkat di atas orang yang tidak berilmu. Jadi ilmu adalah kemampuan manusia untuk mengetahui apa yang ada di jagat dan dituangkan kedalam karya, rasa, cipta dan mampu mengubah sesuatu keadaan secara tersistem dan terstruktur dalam kurun waktu yang lama.
·         Yasa, mengatakan bahwa pengertian ilmu adalah suatu yang diserap melalui indara penglihatan, indra pendengaran, indra perasa yang memiliki berbeda –beda istilah pengetahuan.
Ilmu yang disebut sebagai science mempunyai arti the study of the structure and biavior of the phisical and natural world and society, exphecially throught observation and experiment. Itu menurut kamus oxford yang jika di terjemahkan menjadi belajar tentang struktur dan prilaku dari dunia fisik, alam dan masyarakat. Khususnya mengenai pengamatan dan percobaan.
Berdasarkan dari definisi diatas kita dapat melihat bahwa sifat-sifat ilmu merupakan kumpulan pengetahuan tentang suatu bidang tertentu yang
1.      Berdiri secara satu kesatuan
2.      Tersusun sacara sistematis
3.      Ada dasar pembenarannya (ada penjelasan yang dapat dipertanggung jawabkan disertai sebab-sebab nya yang meliputi fakta dan data)
4.      Mendapat  legalitas bahwa ilmu tersebut hasil pengkajian atau riset
5.      Communicable, ilmu dapat ditransfer kepada orang lain sehingga dapat dimengerti dan dipahami maknanya
6.      Universal. Ilmu tidak terbatas ruang dan waktu sehingga dapat berlaku dimana saja kapan saja diseluruh alam semesta ini
7.      Berkembang, ilmu sebaiknya mampu mendorong pengetahuan – pengetahuan dan penemuan – penemuan baru. Sehingga, manusia mampu menciptakan penemuan –penemuan yang lebih berkembang dari sebelumnya
Dari penjelasan diatas, kita dapat melihat bahwa tidak semua pengetahuan bisa di kategorikan ilmu. Sebab, definisi pengetahuan itu sendiri sbb: segala sesuatu yang datang sebagai hasil dari aktifitas panca indra untuk mengetahui, yaitu terungkapnya sesuatu kenyataan kedalam jiwa sehingga tidak dapat keraguan terhadapnya, sedangkan ilmu menghendaki lebih luas, jauh dan dalam dari pengetahuan (saya kutip dari wikipedia berbahasa indonesia)
Pada prinsipnya ilmu merupakan usaha untuk mengorganisir dan mensitematisasikan sesuatu. Sesuatu tersebut dapat diperoleh dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Namun sesuatu itu dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode.
Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objective thinking), tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. Ini diperoleh melalui observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya merupakan hal yang objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). Ilmu sebagai milik manusia secara komprehensif yang merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati panca indera manusia.
Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Ilmu merupakan suatu bentuk aktiva yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu lebih lengkap dan lebih cermat tentang alam di masa lampau, sekarang dan kemudian serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya.
Beberapa pertanyaan yang menurut saya  cukup bagus untuk saya masukkan ke tulisan saya ini dan mdah-mudahan bisa membantu anda.
Mengapa ilmu itu hadir ?
Pada hakekatnya manusia memiliki keingintahuan  pada setiap hal yang ada maupun yang sedang terjadi disekitarnya. Sebab banyak sekali sisi-sisi kehidupan yang menjadi pertanyaan dalam dirinya, oleh sebab itulah timbul pengetahuan (yang suatu saat) setelah mengalami proses akan berubah menjadi ilmu.
Bagaimana manusia mendapatkan ilmu ?
Manusia diciptakan yang maha kuasa dengan sempurna, yaitu dilengkapi dengan seperangkat  akal dan pikiran. Dengan akal dan pikiran inilah manusia mendapatkan ilmu, seperti ilmu pengetahuan sesial, ilmu pertanian, ilmu pendidikan, ilmu kesehatan dan lain-lain. Akal dan pikiran memproses setiap pengetahuan yang diserap oleh alat indra yang dimiliki manusia.
Dengan apa manusia memperoleh, memelihara, dan meningktkan ilmu ?
Pengetahuan kaidah berfikir atau logika merukan sarana untuk memperoleh, memelihara, dan meningkatkan ilmu. Ilmu pun dapat berkembang sesuai dengan perkembangan cara berfikir manusia.
Dimensi Struktural
Dalam dimensi struktural ilmu tersusun atas komponen-komponen berikut
  1. Objek sasaran yang ingin diketahui
  2. Objek sasaran terus menerus dipertanyakan tanpa mengenal titik henti
  3. Ada alasan dan dengan sarana dan cara tertentu objek sasaran tadi terus menerus dipertanyakan
  4. Temuan-temuan yang diperoleh selangkah demi selangkah disusun kembali dalam satu kesatuan sistem.
Ilmu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu Ilmu Pengetahuan Abstrak, Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Humanis.
Secara rinci seperti skema di bawah ini.

Ilmu
Ilmu Pengetahuan Alam
(The Natural Sciences)
Fisika
Kimia
Biologi

Ilmu Pengetahuan Humanis
(The Natural Sciences)
Psikologi
Sosiologi
Antropologi
Ilmu Pengetahuan Abstrak
(The Abstract Sciences)
Metafisika
Logika
Matematika


Berdasarkan skema di atas terlihat bahwa ilmu melingkupi tiga bidang poko yaitu ilmu pengetahuan abstrak, ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan humanis. Ilmu pengetahuan abstrak meliputi metafisika, logika, dan matematika. Ilmu pengetahuan alam meliputi Fisika, kimia, biologi, kedokteran, geografi, dan lain sebagainya. Ilmu pengetahuan humanis meliputi psikologi, sosiologi, antropologi, hukum dan lain sebagainya.
Kesimpulan yang saya buat, ilmu adalah kumpulan dari pengetahuan kita. Sesuatu yang kita tahu itu bisa disebut ilmu, Itu adalah kesimpulan saya tentang ilmu.sekarang kita pindah ke pembahasan yang kedua yaitu tentang pengetahuan. Setelah itu, barulah kita masuk ke pengertian ilmu pengetahuan.



2. PENGETAHUAN
Apa itu pengetahuan..? itu yang terlintas pertama kali di benak kita saat mendengar kata pengetahuan. Menurut sumber yang saya baca setelah saya browsing di internet menurutnya pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak termasuk kepada dekripsi, hepotesis, konsep, teori, prinsip, dan prosedur yang secara probabilitas adalah benar atau berguna.
Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejalah yang ditemui dan diketahui manusia secara inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tantang bentuk, aroma, dan rasa masakan tersebut.
Pengetahuan yang lebih menekankan pengamatan dan pengalaman indrawi disebut pengetahuan empiris atau pengetahuan aposteriori. Pengetahuan ini bisa didapatkan dengan melakukan observasi yang dilakukan secara empiris dan rasional. Pengetahuan empiris tersebut bisa berubah menjadi pengetahuan deskriptif bila seorang dapat menggambarkan dan melukiskan segala ciri, sifat, dan gejala yang terdapat pada objek empiris tersebut. Pengetahuan empiris juga bisa di dapat dari pengalaman pribadi manusia yang terjadi berulang kali. Misalnya sesorang yang sering dipilih untuk memimpin organisasi dengan sendirinya akan mendapat pengetahuan tentang menajemen organisasi.
Selain pengetahuan empiris ada pula pengetahuan yang didapat dari akal budinya yang kemudian dikenal dengan rasionalisme. Rasionalisme lebih menekankan pengetahuan yang bersifat apriori; tidak menekankan pada pengalaman. Misalnya pengetahuan tentang matematika. Dalam matematika hasil 1+1=2 bukan berasal dari pengalaman atau pengamatan empiris melainkan melalui pemikiran logis akal budi.
Pengetahuan tentang keadaan sehat dan sakit seseorang adalah pengalaman seseorang tentang sehat dan sakitnya seseorang yang menyebabkan seseorang tersebut bertindak untuk mengatasi masalah sakitnya dan bertindak untuk mempertahankan kesehatannya atau bahkan meninggalkan status kesehatannya. Rasa sakit akan membuat orang bertindak pasif dan atau aktif dengan tahapan-tahapannya.
·         Menurut Gardon, pengertian pengetahuan adalah struktur organisasi pengetahuan yang biasanya merupakan suatu fakta prosedur dimana jika dilakukan akan memenuhi kinerja yang mungkin. Gardon menyimpulkan bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan dasar kebenaran atau fakta yang harus diketahui dan diterapkan dalam pekerjaan.
·         Menurut pendapat Nedler, pengertian pengetahuan adalah proses belajar manusia mengenai kebenaran atau jalan yang benar secara mudahnya mengetahui apa yang harus diketahui untuk dilakukan.
·         Menurut pendapat Kraiger, pada dasarnya pengetahuan (knowledge) dapat di begi menjadi 2 bagian yang saling berhubungan, yaitu :
1.      Theoritical knowledge, pengetahuan dasar yang dimiliki karyawan seperti prosedur bekerja, moto dan misi perusahaan serta tugas dan tanggung jawab, informasi – informasi lain yang dibutuhkan dan yang diperoleh baik secara formal (sekolah, universitas) maupun dari non formal (pengalaman-pengalaman)
2.      Preactical knowledge, pengetahuan yang diberikan kepada karyawan yang bertujuan untuk memahami bagaimana dan kapan karyawan harus bersikap dan bertindak dalam menghadapi berbagai masalah dan penerapan prosedur kerja berdasarkan dari pengetahuan secara teori maupun dari pengalaman-pengalaman yang terjadi.
Sedangkan menurut saya sendiri Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. Baiklah sekarang kita ke pengertian ilmu pengetahuan.



ILMU PENGETAHUAN
Dengan adanya zaman yang semangkin berubah dan ilmu pengetahuan juga semangkin berkembang maka sudah saatnya kita menggali kedalam diri kita sendiri lalu berani untuk bertanya apa yang sudah kita lakukan untuk kehidupan ini dengan ilmu pengetahuan yang sudah dipelajari. Apakah benar kita sudah belajar? Ataukah kita sebenarnya dibelajarkan? Proses perjalanan waktu dan usia pada diri manusia akan dapat menjawab pertanyaan tersebut. Tanpa kita sadari apapun yang kita peroleh dari pengalaman ini adalah sesuatu yang berarti jika kita sadari sepenuhnya. Tetapi kadang kita lupa apa yang kita peroleh itu kita anggap sebagai usaha sendiri, dalam arti tidak ada campur tangan lain dari dalam diri ini. Maka manusia dengan ketidak tahuannya atau dengan kesombongannya tida menyelusuri asal usul dan arti ilmu pengetauan itu sendiri. Akibat dari semua ini kita menjadi korban sesombongan dan ketidak tahuan diri ini.
Menurut kutipan fethullah gulen, ilmu pengetahuan adalah warisan bersama umat manusia bukan milik pribadi dari orang-orang tertentu. Permulaannya dimulai dengan permulaan umat manusia. Ketika budaya intelektual eropa mencapai kedewasaan yang memadai yang sebagian besarnya mereka capai melauli prestasi negara selain eropa lainnya. Ilmu experimental secara khusus telah matang bagi perkembangan baru menyeluruh melalui  renaissance abad kebangkitan.
Jika ilmu pengetahuan sejati berarti mengarahkan kecerdasan menuju kbahagiaan akhirat tanpa mengharapkan keuntungan materi, melakukan pengkajian tak kenal lelah dan terperinci tentang alam semesta untuk menemukan kebenaran mutlak yang mendasarinya, dan mengikuti metoda untuk mencapai tujuan itu, maka ketiadaan hal-hal tersebut memiliki arti bahwa  ilmu pengetahuan tidak dapat memenuhi harapan kita. Meskipun biasanya dikemukakan sebagai pertikaian antara kristen dan ilmu pengetahuan, pertikaian zaman renaissance terutama adalah antara ilmuwan dan gereja. Copernicus, Galileo, dan Bacon (dikemukakan sebagai) anti agama. Kenyataannya, dapat kita katakan bahwa ketaatan mereka terhadap agama telah memunculkan cinta dan pemikiran untuk menemukan kebenaran.
Sebelum kristen, islam adalah pembawa obor pengetahuan ilmiah. Pemikiran agama yang memancar dari kebahagiaan akhirat, dan cinta serta semangat yang muncul dari pemikiran itu, yang disertai rasa kefakiran dan ketidak berdayaan dihadapan sang pencipta mahakekal, berada dibalik kemajuan ilmiah besar selama 500 tahun yang terselasaikan disunia islam hingga akhir abad ke dua belas. Gagasan ilmu pengetahuan berdasarkan wahyu ilahi, yang mendorong penelitian ilmiah di dunia islam, di persembahkan nyaris sempurna oleh tokoh-tokoh terkemuka zaman itu, yang tenggelam dalam pikiran tentang kebahagiaan akhirat. Ketaatan mereka kepada wahyu ilahi mentebabkan kecerdasan yang berasal dari wahyu itu memancarkan cahaya yang memunculkan gagasan baru ilmu pengetahuan di dalam jiwa manusia.
Jika gagasan ilmu pengetahuan, yang diterima dan dimanfaatkan oleh masyarakat seolah merupakan bagian dari risalah ilahi, dan yang di pelajari dengan semangat ibadah, tidak pernah terkena serangan mongol yang menghancurkan serta terpaan parang salib yang tak berbelas kasih dari eropa, maka dunia hari ini akan lebih tercerahkan, memiliki kehidupan intelektual yang lebih kaya, teknologi yang lebih sehat, dan ilmu pengetahuan yang lebih menjanjikan. Saya katakan ini karena gagasan islam tentang ilmu pengetahuan menyatu dengan keinginan mencapai kebahagiaan akhirat, cita-cita akan manfaat bagi kemanusiaan, dan tanggung jawab dalam rangka meraih ridho allah.
Cinta akan kebenaran mengarahkan penelitian ilmiah sejati. Ini berarti mendekati alam semesta tanpa pertimbangan keuntungan materi dan balasan duniawi, dan mengamati dan mengenalinya sebagaimanakenyataan sebenarnya. Sementara mereka yang dilengkapi dengan cinta seperti itu dapat mencapai tujuan akhir dari penelitian mereka, mereka yang terkena syawat duniawi , cita – cita materi, prasanga ideologis, dan taklid buta terhadapnya, serta tidak mampu mengembangkan rasa cinta akan kebenaran apa pun, akan gagal, atau lebih buruk lagi, mengalihkan jalannya penelitian ilmiah dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai senjata ematikan untuk digunakan melawan kemampuan terbaik umat manusia.
Tiada kegiatan intelektual yang muncul dari dan diarahkan oleh hasrat duniawi dan kepentingan pribadi yang dapat benar-benar mendatangkan hasil bermanfaat bagi kemanusiaan. Jika hasrat yang mengotori jiwa serta perilaku tidak tepat seperti itu digabungkan dengan fanatisme dan prasangka ideologis, hal ini pasti akan menempatkan rintangan tak teratasi di jalan menuju kebenaran dan menuju penggunaan hasil kajian ilmiah agar bermanfaat bagi kemanusiaan. Oleh karena itu, cendekiawan, lembaga pendidikan, dan media massa harus bekerja untuk mengeluarkan penelitian ilmiah modern dari atmosfer yang tercemar mematikan akibat cita-cita materialistis dan fanatisme ideologis, dan mengarahkan ilmuwan menuju nilai-nilai kemanusiaan sejati. Langkah pertama adalah membebaskan pikiran dari takhayul dan fanatisme ideologis dan membersihkan jiwa dari keinginan mendapatkan balasan dan keuntungan duniawi. Ini juga adalah prasyarat pertama untuk memastikan kebebasan sejati dalam berpikir dan menghasilkan ilmu pengetahuan yang baik. Setelah memerangi "kependetaan" dan gagasan keliru yang dibangun atas nama agama, dan setelah menyalahkan mereka atas kemunduran, kepicikan, dan fanatisme, ilmuwan harus bekerja keras agar senantiasa bebas dari menjadi sasaran tuduhan serupa.
Tidak ada perbedaan antara penindasan intelektual dan ilmiah yang timbul dari hasrat kepentingan dan kekuasaan dengan fanatisme ideologis dan pemikiran sempit yang didasarkan pada gagasan agama yang keliru dan menyimpang serta dipegangnya kendali kekuasaan oleh kaum agamawan. Nama asli dari agama yang diturunkan Allah senantiasa adalah Islam, yang berarti kedamaian, keselamatan dan ketaatan kepada Allah. Hal ini benar, apakah itu diajarkan oleh Musa atau Isa, atau disampaikan oleh Muhammad. Islam mendakwahkan dan menyebarkan sopan santun, hormat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, cinta, toleransi, dan persaudaraan. Banyak ayat Al-Qur’an mendorong pengkajian alam semesta, yang dipandangnya sebagai tempat pameran karya-karya Ilahi. Selain itu, Al-Qur’an meminta orang merenungkan penciptaan dan ciptaan, dan menggunakannya secara bertanggungjawab, bukan dengan cara jahat dan merusak. Ketika mempelajarinya dengan pikiran terbuka, kita memahami bahwa Al-Qur'an menganjurkan mencintai ilmu pengetahuan dan kemanusiaan, keadilan dan ketertiban. Pada tataran relatif lebih kecil berupa pemanfaatan ilmu pengetahuan dan hasil-hasilnya demi meraih kekuasaan dan cita-cita duniawi dengan menindas orang lemah, sebagian orang telah menggunakan Al-Qur'an untuk membenarkan kebencian dan permusuhan nurani gelap mereka. Sayangnya, di tangan orang-orang yang ingin menghabisi Islam, sikap tersebut telah digunakan untuk menggambarkan Islam sebagai agama kebencian, permusuhan, dan dendam.
Islam secara harfiah berarti perdamaian dan keselamatan. Nabi mengartikan Muslim sebagai seseorang yang dengannya orang lain merasa aman dan selamat akibat perbuatan tangan dan lidahnya; dan mukmin (orang beriman), berasal dari kata “amn” (keamanan dan keselamatan), sebagai seseorang yang meyakini dan memberikan jaminan keamanan, ketertiban, keadilan, cinta, dan pengetahuan. Melalui cahaya yang dipancarkan Islam, banyak orang telah membaktikan hidup mereka untuk kebahagiaan orang lain dengan mengorbankan kepentingan pribadi, dan banyak yang lainnya telah membulatkan diri membimbing umat manusia menuju kebahagiaan akhirat.
Didirikan di atas Al-Qur’an, Islam telah membangun ilmu pengetahuan dan pencariannya di atas landasan niat menemukan makna keberadaan alam semesta dalam rangka mencapai Sang Pencipta, dan untuk mendatangkan manfaat bagi kemanusiaan, bahkan bagi semua ciptaan, serta untuk menjiwainya dengan keimanan, cinta, dan sikap mementingkan kebaikan bagi orang lain. Inilah yang kita pelajari dari Al-Qur'an, kehidupan teladan Nabi, dan perilaku dari banyak sosok yang meneladaninya secara sempurna dalam hal pikiran dan tindakan.



Kesimpulan

Berdasarkan uaraian di atas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut :
1.       Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan, dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal
2.        Ilmu bersifat sistematis, objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi, eksperimen, dan klasifikasi. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi, mengedepankan pemikiran logika, netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif).
3.       Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik, pengetahuan merupakan  informasi yang berupa common sense,  tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu.  Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka

Terima kasih kepada berbagai sumber dan buku-buku yang telah saya baca mudah-mudahan tulisan saya ini bisa diterima dari bapak dosennya amin.
Sumber :
1.      Google.com
2.      Yahoo.com
3.      Hidayatullah.com
4.      Wikipedia
6.      Para ahli di bidang ilmupengetahuan yang telah memberikan pendapat adn definisinya tentang ilmu pengetahuan.
7.      Yeseren Dusunceler, Izmir 1996, hal. 172-78[www.hidayatullah.com]
Mohon maaf jika ada yang tidak tercantum karena terlalu banyak data yang saya baca dan mudah-mudahan tugas saya ini bisa di terima oleh bapak.

Selasa, 09 Maret 2010

Cara-cara mengatasi GLOBAL WARMING!!(menurut kami lo...)

Klo menurut kita berdua ci cara-cara ngatasin Global Warming tu ga susah-susah amat! Tinggal orangnya aja mau ga' ngejalaninnya. Ne ada sedikit tips buat ngatasin yang namanya Global Warming:
  1. Paling penting and paling utama kita harus sadar! Klo kitanya ga' sadar akan apa yang baru terjadi, gimana kita mau nyegah global warming???
  2. Jangan suka ngebuang sampah sembarangan! (Kayaknya tu perintah udah basi banget,tapi tetep aja ada orang yang demen ngelakuinnya!!)
  3. Kurangi pemakaian kantong plastik!!
  4. Jangan bakarin sampah!! U know ga' dengan bakar sampah, kita udah nyumbang gas buat ngrusak bumi kita!!
  5. Mulai de misahin tu sampah,mulai dari sampah organik ampe sampah yang non organik!! Kan klo sampahnya dipisahin bisa dimanfaatin lagi! Ya ga'?
  6. Yang terakhir, sering-sering baca koran ama nonton berita byar kita tau betapa mengenaskannya bumi kita!! Otrey.....
Nah tipsnya dikit aja! Tapi dengan tips yang sedikit tadi,moga bisa memberi sedikit perubahan ke arah yang lebih baik buat bumi kita!! Amin...

Selasa, 09 Februari 2010

TANJOENG PANDAN 1835


Kontributor :oriza
Beri komentar  ( 4 )


Puisi Ian sancin

Mata delta Kalamoa; ayun ombak biru dan sisir angin bisu yang meruap-riak di teluk muara sungai Cerucuk. Di ketinggian anggun Tanjoeng Goenung, di bawahnya Batoe Poenai, di hadapannya Kapoeng Juru Seberang.

Di tengahnya gelinang air Seburik, larainya air Berutak, dan ruamnya air Pancoer, serta gemuruhnya air Raya; bergolak menari dalam biru menggoyang perahu para Lanun, kapal uap Belanda, kulek Sekak, bahkan perahu tentara Siak yang menyusup ke Istana Kota Karang tepian kerajaan Cerucuk.

Ramonda Ki Agus Mohamad Hatam mati tekerat. Ananda rahad pun terluka parah, Tengku Akil dibara nafsu kudeta dan akal liciknya membunuh raja.

Tentara melayu Belitong takkan gentar mesti nyawa berjajar layar, Tengku Akil terusir berlindung pada Belanda dan hendak kembali menyabung nyawa, menantang Raja Belitong dengan balatentaranya.

Tak mundur bergaris tanah, tak hunus keris dicabut, anak melayu jangan ditantang, kan ditunggu musuh yang datang. Mengenang sedih tragedi tewasnya Ramonda, Rahad menyisir ke hilir tinggalkan Cerucuk kota: gerbang laut mesti dijaga maka Bebak mesti dibuka menjadi kampong baru tempat berguru, anak cucu supaya tak lugu. Dan bujang-dayang pun memarang pandan, menggelar tikar bukan hanya untuk begalor, juga membaca doa tanda bersyukur agar kampong rukun dan masyhur.

Kampong pun menjelma kota. Tanjoeng Pandan namanya, negerinya Tanjoeng Goenoeng. Depati Ki Agus Rahad rajanya, menolak pencarian biji timah oleh Belanda, tapi Pak Munir diam-diam menunjukkannya.

Depati seorang demokrat adanya, demi kemajuan rakyatnya, ia izinkan Belanda menggali timah di tanahnya agar sekolah dan mesjid setara jumlahnya. Tetapi Belanda tetap menghianatinya. Belanda berkukuh di benteng De La Motte Tanjoeng Pendam. Rahad pun bergaung di Tanjoeng Goenoeng. Dua tanjung di Tanjung Pandan. Tanjung bisu yang menjadi batu. Timah tumpah, laut basah, muara resah, dan lagu-lagu angin kelekak terngiang di lambaian pucuk-pucuk pandan terbenam di cerucuk yang keruh.

Senin, 01 Februari 2010

BERITA SEPAK BOLA

Piala Asia Dan Visi 2020


TAHUN 2007 sungguh tahun penuh berkah bagi persepakbolaan Indonesia. Betapa tidak, ada beberapa agenda penting bernilai sejarah tinggi. Agenda paling bersejarah tentu saja Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2007. Menjadi tuan rumah Piala Asia merupakan peristiwa terbesar dalam perjalanan sejarah sepakbola Indonesia. Sebab, inilah pertama kali Indonesia mendapat kepercayaan AFC Konfederasi Sepakbola Asia) menyelenggarakan turnamen terbesar dan paling prestisius di kawasan Asia.

Posisi Indonesia terasa lebih istimewa – dibandingan tiga negara tuan rumah ASEAN lain yaitu Thailand, Malaysia, dan Vietnam–– karena mendapat kepercayaan menggelar partai puncak alias pertandingan final pada 29 Juli di stadion bersejarah dan salah satu stadion terbesar di Asia, Stadion Utama Gelora Bung Karno. Bisa dibayang-kan, miliaran orang akan menyaksikan pertarungan dua tim terbaik Asia yang diperkirakan akan muncul dari Big Five Asia: Australia, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Iran.

Piala Asia 2007 bukan semata mengangkat pamor sepakbola Indonesia, tapi juga memicu pertumbuhan ekonomi sekaligus promosi dahsyat bagi Bangsa dan Negara ini. Secara ekonomis, Piala Asia akan mengangkat GNP Indonesia. Dunia pariwisata bakal kian menggeliat. Diperkirakan Jakarta akan dibanjiri lebih dari 1,5 juta orang dari luar, baik dari luar Kota Jakarta maupun dari manca negara. Kota Palembang juga diprediksi akan dijejali tak kurang dari 100 ribu orang dari luar berbagai daerah di Sumatra.

Ribuan orang asing bakal masuk Jakarta dan Palembang selama Piala Asia. Selain petinggi AFC dan FIFA, ada sekitar 300 wartawan asing, talent scouting, pengamat, pelatih asing. Petinggi klub elite dari berbagai Negara juga akan Begitu juga turis mancanegara akan datang berbonpembinaan dong-bondong. Hitung saja, berapa banyak uang yang akan mereka habiskan untuk membayar hotel, makan, rekreasi, berbelanja, dll.

Dari aspek promosi, Piala Asia 2007 akan mengangkat citra Indonesia di percaturan dunia internasional. Mata dunia akan tertuju ke Tanah Air. Diperkirakan, sekitar 2 miliar orang akan menyaksikan pertandingan Piala Asia di Jakarta dan Palembang. Perhatian dunia secara khusus akan tertuju ke Jakarta pada 29 Juli, saat partai final digelar di Stadion Utama Bung Karno.

Demikian tinggi nilai ekonomis dan politis Piala Asia 2007, Presiden SBY sudah dijadwalkan akan hadir dan menonton pertandingan final. Orang nomor satu di Negeri ini akan duduk berdampingan dengan Presi-den FIFA Sepp Blatter, Presiden AFC Mohammad bin Hammam, Pangeran Arab Saudi, serta para duta besar Negara sahabat.

Itulah magis sepakbola. Seorang kepala negara seakan tak punya pilihan kecuali hadir di event akbar sepakbola seperti Piala Dunia, Piala Eropa, Piala Afrika, atau Copa America. Tak terkecuali Presiden RI.

PSSI mencanangkan trisukses di Piala Asia 2007. Pertama, sukses persiapan di semua aspek. Kedua, sukses penyelenggaraan yang meliputi aspek keamanan, kenyamanan, pelayanan, promosi, antusiasme penonton, kualitas penyelenggraan pertandingan, dan keuntungan ekonomis (baca: tiket penonton).

Ketiga, sukses tim melaju ke babak 8 besar untuk pertama kali. Kalau target itu dinilai terlalu muluk, ukuran sukses tim yang realistis adalah kualitas permainan level tinggi. Secara peringkat, mencapai posisi ketiga klasemen babak penyisihan Grup D, sama dengan pencapaian Indonesia di Piala Asia 2004 di Cina. Jadi, ambisi lolos ke babak perempatfinal terasa amat berat lantaran grup ini dihuni dua tim raksasa Asia dan pelanggan Piala Dunia, Korea Selatan dan Arab Saudi.

Bagi PSSI, trisukses di Piala Asia 2007 dijadikan momentum kebangkitan sekaligus lompatan pertama untuk mewujutkan Visi Sepakbola Indonesia 2020 yang dicanangkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Munas PSSI, 19-21 April 2007 lalu di Makassar. Yakni, berdirinya bangunan industri sepakbola nasional sebagai jembatan emas menuju Piala Dunia 2022.

Sebagai langkah awal, Ketua Umum PSSI terpilih Nurdin Halid terus memodernisasi dan memperkuat organisasi PSSI. Ia membentuk lima badan baru yang independen, yaitu Badan Pelatih Sepakbola, Badan Wasit Sepakbola, Badan Industri Sepakbola, Badan Informasi dan Teknologi, serta Badan Urusan Luar Negeri. Demi efektivitas gerak dan akselerasi organisasi PSSI yang begitu besar, Nurdin mengangkat tak kurang 50 tenaga profesional.

Selain hajatan bersejarah Piala Asia dan pencanangan Visi PSSI 2022, tahun 2007 juga bernilai sejarah tinggi justru karena Pengurus PSSI mencanangkan tiga program strategis. Pertama, peluncuran Liga Super yang akan dimulai pada musim kompetisi 2008. Liga Super adalah sebuah upaya mengatrol gengsi, mutu, dan nilai jual kompetisi profesional tertinggi di Tanah Air. Terkait dengan hal itu, Badan Liga Profesional akan menerapkan standar tinggi kepada setiap klub profesional yang tampil di Liga Super.

Kedua, pembangunan School of Excellent sebagai puncak pembinaan sepakbola yunior di Tanah Air. Proyek prestisius ini secara khusus membina pemain-pemain berbakat istimewa di Tanah Air yang direkrut dari tiga kompetisi yunior nasional, yaitu Liga Danone U-13, Liga Medco U-15, dan Liga Suratin U-17. Pemain-pemain yang masuk ke School of Excellent itu juga bisa diambil dari sentra-sentra pembinaan yang sudah ada dan akan dibangun di sejumlah daerah.

Ada dua tujuan utama pembangunan proyek prestisius ini. Pertama, menyiapkan pemain yunior berkualitas tinggi, baik teknis, mental, maupun bahasa asing (Inggris) untuk bisa bersaing masuk ke klub dan liga-liga sepakbola negara maju, khususnya Eropa. Pemain-pemain produk kompetisi hebat inilah yang kelak menjadi tulang punggung tim Merah Putih di berbagai arena internasional, selain produk kompetisi profesional dalam negeri.

Kedua, menciptakan bintang sepakbola idola yang sangat penting di atas panggung lapangan hijau sebagai showbiz yang menghipnotis penonton. Semakin banyak bintang idola, bisnis sepakbola akan semakin bergairah dan hidup.

Program strategis ketiga adalah memacu profesionalisme klub agar mandiri dalam keuangan. Program ini terasa mendesak agar klub-klub profesional tidak lagi mengandalkan dana APBD sebagai sumber utama pendanaan klub. Untuk itu, PSSI telah membentuk direktorat Bussiness Development di bawah Badan Industri Sepakbola dengan tugas pokok membantu klub menggali secara maksimal semua potensi ekonomis klub.

Pertanyaannya, mampukah kita, PSSI dan segenap stakeholders sepakbola Indonesia, memanfaatkan momentum strategis 2007 bagi kejayaan sepakbola di Negeri ini? Jawabannya, terletak pada kepiawaian kita mengelola berbagai agenda 2007 yang sangat strategis itu. Salah atau tidak maksimal dalam mengelola semua itu, PSSI akan kehilangan momentum. Sebaliknya, keberhasilan mengelola, tahun 2007 akan menjadi starting poin bagi PSSI untuk segera ‘lepas landas’ menuju industri sepakbola maju yang diidam-idamkan dan pada gilirannya membuka pintu gerbang Piala Dunia. (yos)

TEHNIK BERMAIN SEPAK BOLA


Dribbling Sebagai Salah Satu Teknik Dasar Sepakbola

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sepakbola adalah suatu permainan beregu yang dimainkan masing-masing regunya terdiri dari sebelas orang pemain termasuk seorang penjaga gawang. Sepakbola adalah permainan yang sangat populer, karena permainan sepakbola sering dilakukan oleh anak-anak, orang dewasa maupun orang tua.
Saat ini perkembangan permainan sepakbola sangat pesat sekali, hal ini ditandai dengan banyaknya sekolah-sekolah sepakbola (SSB) yang didirikan. Tujuan dari permainan sepakbola adalah masing-masing regu atau kesebelasan yaitu berusaha menguasai bola, memasukan bola ke dalam gawang lawan sebanyak mungkin, dan berusaha mematahkan serangan lawan untuk melindungi atau menjaga gawangnya agar tidak kemasukan bola. Permainan sepakbola merupakan permainan beregu yang memerlukan dasar kerjasama antar sesama anggota regu, sebagai salah satu ciri khas dari permainan sepakbola.
Untuk bisa bermainan sepakbola dengan baik dan benar para pemain menguasai teknik-teknik dasar sepakbola. Untuk bermain bola dengan baik pemain dibekali dengan teknik dasar yang baik, pemain yang memiliki teknik dasar yang baik pemain tersebut cenderung dapat bermain sepakbola dengan baik pula.
Teknik-teknik dasar dalam permainan sepakbola ada beberapa macam, seperti stop ball (menghentikan bola), shooting (menendang bola ke gawang), passing (mengumpan), heading (menyundul bola), dan dribbling (menggiring bola).
Khusus dalam teknik dribbling (menggiring bola) pemain harus menguasai teknik tersebut dengan baik, karena teknik dribbling sangat berpengaruh terhadap permainan para pemain sepakbola. Teknik dribbling (menggiring bola) terbagi menjadi tiga macam :
1. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian dalam.
2. Teknik dribbling dengan kura-kura penuh (punggung kaki).
3. Teknik dribbling dengan kura-kura bagian luar.
Disamping itu, kecepatan dalam dribbling (menggiring bola) sangat dibutuhkan untuk menunjang penguasaan teknik tersebut. Kecepatan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan yang sejenis secara berurut-urut dalam waktu yang sesingkat-singkatnya atau kemampuan untuk menempuh suatu jarak dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini penulis rumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana sejarah permainan sepakbola ?
2. Apa saja teknik dasar permainan sepakbola ?
3. Apa yang dimaksud dribbling ?
4. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dribbling ?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini antara lain untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman penulis mengenai masalah yang dibahas dalam makalah ini. Disamping itu, tujuan penulisan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Telaah Artikel.
D. Teknik Dasar Permainan Sepakbola
Pada dasarnya permainan sepakbola merupakan suatu usaha untuk menguasai bola dan untuk merebutnya kembali bila sedang dikuasai oleh lawan. Oleh karena itu, untuk dapat bermain sepakbola harus menguasai teknik-teknik dasar sepakbola yang baik.
Untuk dapat menghasilkan permainan sepakbola yang optimal, maka seorang pemain harus dapat menguasai teknik-teknik dalam permainan. Teknik dasar bermain sepakbola adalah merupakan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan atau mengerjakan sesuatu yang terlepas sama sekali dari permainan sepakbola.
Adapun mengenai teknik dasar sepakbola dapat penulis jelaskan sebagai berikut :
1. Teknik tanpa bola, yaitu semua gerakan-gerakan tanpa bola terdiri dari :
a. Lari cepat dan mengubah arah.
b. Melompat dan meloncat.
c. Gerak tipu tanpa bola yaitu gerak tipu dengan badan.
d. Gerakan-gerakan khusus untuk penjaga gawang.
2. Teknik dengan bola, yaitu semua gerakan-gerakan dengan bola, terdiri dari :
a. Mengenal bola
b. Menendang bola (shooting)
c. Menerima bola : menghentikan bola dan mengontrol bola
d. Menggiring bola (dribbling)
e. Menyundul bola (heading)
f. Melempar bola (throwing)
g. Gerak tipu dengan bola
h. Merampas atau merebut bola.
i. Teknik-teknik khusus penjaga gawang.
Dalam penulisan makalah ini penulis mengambil salah satu teknik dasar sepakbola yaitu teknik menggiring bola (dribbling), karena teknik ini dapat dilakukan dengan berbagai variasi dalam melakukannya, antara lain menggiring bola menggunakan kaki bagian luar, bagian dalam, dan punggung kaki.
E. Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Sepakbola modern dilakukan dengan keterampilan lari dan operan bola dengan gerakan-gerakan yang sederhana disertai dengan kecepatan dan ketepatan. Aktivitas dalam permainan sepakbola tersebut dikenal dengan nama dribbling (menggiring bola). Menggiring bola diartikan dengan gerakan lari menggunakan kaki mendorong bola agar bergulir terus menerus di atas tanah. Menggiring bola hanya dilakukan pada saat-saat yang menguntungkan saja, yaitu bebas dari lawan.
Pada dasarnya menggiring bola adalah menendang terputus-putus atau pelan-pelan, oleh karena itu bagian kaki yang dipergunakan dalam menggiring bola sama dengan bagian kaki yang dipergunakan untuk menendang bola. Tujuan menggiring bola antara lain untuk mendekati jarak ke sasaran, melewati lawan, dan menghambat permainan.
Menggiring bola (dribbling) memiliki beberapa kegunaan yaitu sebagai berikut :
1. Untuk melewati lawan
2. Untuk mencari kesempatan memberikan bola umpan kepada teman dengan tepat.
3. Untuk menahan bola tetap dalam penguasaan, menyelamatkan bola apabila tidak terdapat kemungkinan atau kesempatan untuk dengan segera memberikan operan kepada teman.
Untuk bisa menggiring bola dengan baik harus terlebih dahulu bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik. Dengan kata lain, seorang pemain tidak akan bisa menggiring bola dengan baik apabila belum bisa menendang dan mengontrol bola dengan baik.
F. Kelebihan dan Kurangan Teknik Menggiring Bola (Dribbling)
Tidak setiap teknik dasar dalam permainan sepakbola akan selalu berhasil dilakukan dalam setiap pelaksanaan pertandingan. Akan tetapi, teknik-teknik dasar tersebut dipengaruhi oleh berbagai hal dan tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan. Tidak terkecuali pada teknik dasar menggiring bola (dribbling).
Berikut ini dapat penulis jelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan teknik menggiring bola (dribbling) :
1. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian luar yaitu bila menggunakan kaki kanan dapat mengecoh ke sebelah kiri lawan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kanan bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
2. Kelebihan dribbling menggunakan kaki bagian dalam adalah dapat mengecoh lawan ke sebelah kanan lawan apabila menggunakan kaki kanan atau sebaliknya. Sedangkan kelemahannya adalah tidak bisa mengecoh lawan ke sebelah kiri bila menggunakan kaki kanan, begitupula sebaliknya.
3. Kelebihan dribbling menggunakan bagian punggung kaki adalah dapat menggiring bola dengan arah lurus apabila tidak ada lawan yang menghalangi. Sedangkan kelemahannya adalah kurang efektif untuk mengecoh lawan ke sebelah kiri atau sebelah kanan.
DAFTAR PUSTAKA
Luxbacher, Joseph A., 2004, Sepakbola, edisi kedua, Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada.
Soekatamsi, 1997, Permainan Besar I Sepakbola, Jakarta, Universitas Terbuka.
Sudjarwo, Iwan dan Nurdin, Enur, 2005, Permainan Sepakbola, Diktat, Tasikmalaya, PJKR FKIP Universitas Siliwangi.